You are here
Home > Finance > 5 Contoh Inklusi Keuangan yang Tengah Berjalan di Indonesia

5 Contoh Inklusi Keuangan yang Tengah Berjalan di Indonesia

Contoh Inklusi Keuangan

Pertumbuhan inklusi keuangan Tanah Air sangat bergantung pada literasi yang berkembang di masyarakat. Untungnya, dengan hadirnya internet, beragam contoh inklusi keuangan pun hadir dan perlahan-lahan alami peningkatan jumlah nasabah. Salah satunya berkaitan dengan pinjaman uang online. Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan simak 5 contoh berikut ini.

1. Pinjaman Uang Online

Saatini ini cukup banyak penyedia atau lembaga keuangan yang menghadirkan pinjaman uang online. Baik yang sudah diawasi oleh pemerintah maupun yang ilegal. Sedangkan pihak pengawasnya sendiri bernama OJK. Pinjaman online-nya ada yang menggunakan syarat jaminan atau agunan dan yang tanpa agunan.

Manfaatnya bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Mulai dari kebutuhan renovasi rumah, biaya pendidikan anak, modal usaha, dan semacamnya. Cukup hanya dengan mendaftarkan diri lewat situs resmi maupun lewat aplikasi yang disediakan. Untuk plafon pinjamannya sangat variatif. Ada yang 5 juta, 15 juta, 20 juta, dan bisa lebih dari itu.

2. Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif

Kalau disingkat, layanan ini menjadi Laku Pandai. Contoh inklusi keuangan ini merupakan program yang berasal langsung dari OJK. Tujuannya untuk menjangkau masyarakat yang belum pernah berpartisipasi di layanan keuangan mana pun. Tanpa harus ke bank, Anda sudah bisa ikut berpartisipasi lewat agen resmi yang ditunjuk oleh pihak OJK sendiri.

Agen-agen yang ditunjuk terwakili lewat toko kelontong, minimarket, gerai pulsa, dan sebagainya. Laku Pandai memiliki fitur yang lebih lengkap daripada sekadar layanan tarik tunai saja. Di dalamnya, Anda pun bisa menabung lewat layanan keuangan ini. Saat ini cukup banyak yang menggunakan layanan ini karena mayoritas belum punya rekening bank.

3. Tabungan Digital

Kalau ada pinjaman online, maka ada pula tabungan digital. Proses inklusi keuangan yang terjadi bisa dilakukan dengan media smartphone atau HP saja. Tabungan digital ini berbeda sekali dengan m-banking, e-banking, serta rekening ponsel. Soalnya tidak perlu menggunakan rekening bank, Anda sudah bisa menabung secara aman.

Salah satu contoh layanan tabungan digital ini bernama Jenius yang diluncurkan oleh BTPN. Sedangkan BTN meluncurkan layanan bernama Cermat. Dua-duanya memiliki tujuan yang sama. Caranya cukup dengan mengunduh aplikasi yang bisa diaplikasikan ke HP dengan sistem operasi Android maupun iOS. Cukup mudah, bukan?

4. Rekening Ponsel

Contoh berikutnya tidak kalah populer dibandingkan ketiga contoh sebelumnya. Dengan adanya rekening ponsel, Anda pun tidak lagi perlu menghafal nomor rekening di luar kepala. Hanya dengan memanfaatkan nomor ponsel, Anda pun sudah bisa membuka tabungan pribadi. Saat ini, layanan rekening ponsel sudah memiliki fasilitas e-money di dalamnya.

Jadinya, saat Anda hendak melakukan transaksi online, langsung bisa menggunakan dana lewat ponsel. Fitur rekening ponsel cukup lengkap. Soalnya dana bisa disetor maupun ditarik lewat ATM tanpa kartu. Anda juga bisa melakukan transfer dana serta bayar tagihan listrik atau air hanya lewat smartphone saja. Lebih mudah, efisien, dan hemat waktu.

5. Uang Elektronik

Kondisi inklusi keuangan yang terintegrasi dengan fasilitas internet memungkinkan terjadi transaksi uang secara elektronik. Misalnya saat Anda hendak menggunakan jasa taksi serta ojek online. Penyedia e-money cukup banyak di Tanah Air. Cara menggunakannya cuma dengan memanfaatkan aplikasi yang bisa Anda unduh lewat toko aplikasi online.Itulah 5 contoh inklusi keuangan yang berjalan dalam bentuk layanan terkini. Selengkapnya bisa Anda simak lewat uraian https://www.cekaja.com/info/mengenal-inklusi-keuangan-pengertian-manfaat-dan-inovasinya-untuk-negara/. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan pinjaman online langsung lewat situs resmi CekAja.com dengan bunga minimal.

Tinggalkan Balasan

Top